3.24.2011

pasca operasi (satu)

sepuluh kilo! waw, lengkap sepuluh jari saya, pas pula sepuluhnya terbuka dan dadaaaa... sepuluh kilo pergi begitu saja dalam hitungan satu tahun. Hmm, banyak ga si sepuluh kilo itu? mungkin relatif ya. tapi buat saya yang waktu itu sudah ideal, sepuluh kilo itu banyaaakkk bangeetttt :(
dan,.. IKHLASKAN. meski saya terlihat kurus banget sekarang. dengan berat 38, rasanya seperti kembali ke mini edition. haha.
pasca operasi batu empedu kemarin, kondisi badan saya berangsur membaik. dan sekarang, udah bisa pulang pergi solo semarang lagi. kata temen saya, saingan sama supir bus. tak apalah, saya justru senang. bisa beraktivitas buat saya adalah hadiah yang begitu besar dari Tuhan. Dan hadiah yang lebih waw lagi bulan ini adalah... saya mau sidang skripsi. Ya Tuhan, deg degannya udah dari sekarang *padahal masi seminggu lagi.
Mau ga mau sekarang harus menyiapkan materi dan bahan ujian sebaik- baiknya. aku mau lulus dengan predikat cumlaude, insyaAllah.
Doakan saya :)

2.25.2011

bosan [sok] serius

maka dengan ini saya putuskan ganti tema.

12.29.2010

(demam) bola

Garuda di dadaku garuda kebanggaanku
..

Baru kali ini ada rasa haru dan nasionalisme yang begitu kuat waktu nonton bola. Bangga!
Semua orang indonesia tak henti2nya ngomongin bola,mendukung timnas indonesia, mengekploitasi pemain2nya, juga pertandingan'y.
Standing applause dulu..
Gelar piala AFF kali ini bener2 beda. Ada gregetnya,menggoda sekali. Sayang kalo harus dilewatkan. Walaupun di final ina harus kalah dr malaisia, tapi garuda tetap di hati.
Pelatih alfred rield memang luar biasa.. Di bawah asuhannya,timnas bs brkembang dengan baik..
Ah,great lah pokoknya.we proud of you Garuda..

12.28.2010

Rumkit

Ujian emang ga ada yang mudah. Apalagi ujian kesabaran kaya di rumah sakit gini..
Huhu..
Biaya rumah sakit banyak banget..
Susah bgt mw rileks..

12.27.2010

Dua

Ini hari ke sembilan aku kembali opname. Sudah lama rasanya ga ngeblog atau bergaul dgn sosial media lain'y. Pasalnya,bernafas saja sulit sekali rasanya kemarin.
Hari ini,dicatatan ini.saya ingin bercerita,mengungkapkan seluruh perasaan saya..
Saya senang, saya juga sedih,saya bahagia,saya juga haru. Segala rasa ada di sini.
Dalam sebuah situasi paling buruk yang pernah saya alami seperti ini, saya melihat pertama kalinya ayah saya menangis memegang tubuh saya yg kaku,melihat ibu saya tegar saat anaknya lemas dingin tak berdaya..
Di tengah kondisi tak bisa brbuat apa apa selain mengerang,aku melihat cinta kasih kakak2ku,juga sahabatku,bahkan orang2 yg berada di rumah sakit ini.
Aku..
Aku bahagia bapak,aku senang ibu,
Aku ikhlas.. Karena raga ini,jiwa ini hanya titipan,,hanya kadang aku tak sabar dgn smua ini.hanya kadang aku brada diluar kendaliku..
Tp aku ingat..semuanya berpulang kepada Nya.
Doaku,agar sakit ini, aku diberi kemudahan,,
Agar aku bisa kuat,agar aku tangguh..
Agar segala rasa sakit ini tak terasa
Dan situasi ini,membuatku,membuat kita memahami dan lebih bijak,membawa kebaikan.amin.
Aku,mungkin esok tak mampu menyampaikan apa apa lg..atau jika Tuhan mengijinkan,aku masih bs melihat tawa kalian.yang jelas,aku tak ingin menyesal karena belum meminta maaf kepada kalian,atas semua kesalahanku..
Dan yang pasti.. Aku mencintai kalian.. :*

12.15.2010

perenungan (1)

Sebuah kebiasaan saya, sebelum tidur selalu mengecek hp, meletakkannya di samping bantal, memastikan tidak ada sms yang belum terbaca, atau meluangkan waktu sebentar untuk sekedar melihat jejaring sosial dunia maya.
Juga malam ini, Iseng-iseng saya searching di google dengan kata kunci nama saya.  Page yang saya temukan tak lebih dari blog pribadi, akun di twitter, facebook dan page lain yang secara acak digabung-gabungkan sendiri oleh google.
Beralih dengan kata kunci lain, kali ini saya memilih nama-nama sahabat saya. Beberapa diantaranya mengantarkan saya ke blog pribadi mereka yang selama ini tidak dipublish. Sebutlah Bunga, salah satu sahabat saya. Di blog pribadinya, tersebutlah kekecewaan atas sebuah kegagalan yang ia dapatkan.
Saya jadi ingin flashback tentang kisah saya sendiri.  Tentang kekecewaan yang akhirnya saya belajar tentang rasa syukur dan keikhlasan. .
Dari kecil, saya selalu mendapatkan apa yang saya inginkan.  Pencapaian-pencapaian yang luar biasa bagi saya, tentu saja dengan kerja keras. Saya aktif dan tidak suka berdiam diri. Berusaha inovatif walaupun kadang “ga mutu”.
Sampai akhirnya saya berada disuatu titik yang penting dalam kehidupan saya selanjutnya. Menyelesaikan studi S1. Dari dulu pola pikir saya terbentuk bahwa S1 adalah sebuah batu loncatan besar dalam kehidupan saya selanjutnya. Maka, Obsesi saya untuk segera lulus pun semakin besar dan menggebu.  Keinginan, harapan, manusia bisa menentukannya. Berangan-angan. Tapi Tuhanlah yang memutuskan.  Saya dihadapkan pada situasi yang cukup berat, sakit ginjal kronik.
Bukan saja harus menunda kuliah saya, tapi saya juga “kehilangan” masa-masa saya bersama sahabat-sahabat saya. Kami berjuang bersama, bercita-cita selesai bersama, tapi jalan kami memang berbeda. Saya kecewa waktu itu, sangat kecewa. Terbesit pula iri, juga sedih luar biasa.
Sebuah perenungan akhirnya mengajarkan saya, bahwa manusia mempunyai jalan hidupnya masing-masing. Ada masa sukses, ada  masa pula ketika kita terjatuh. Disinilah manusia diuji, kesabaran juga ketangguhannya untuk bangkit lagi.
Menyesal, ya, tapi itu dulu. Sekarang, apa yang harus saya sesali, ini jalan saya. Toh jika keadaannya dulu seperti yang saya inginkan, belum tentu lebih baik dari sekarang. Saya mendapat hal lain di saat saya kehilangan sesuatu. Ini yang terbaik, ini yang saya butuhkan. Belajar.
Saya harus percaya, bahwa kehidupan ini proses. Semua butuh waktu, entah satu menit, satu jam, enam bulan, satu tahun. Lama atau tidak, tergantung bagaimana kita menikmatinya, memanfaatkannya. Untuk apa kita sibuk menyesal, membandingkan diri kita dengan orang lain, atau justru iri dengan kesuksesan teman-teman kita. Bukankah lebih baik kita menyibukkan diri dengan membangun pribadai yang lebih baik? Membekali diri dengan belajar lebih lagi. Belajar tentang lingkungan, mengenal diri dan pengembangan diri.
Saya berharap bisa seperti itu. Tak mengenal lagi kata menyerah, menyesal. Bahwa saya harus ikhlas, sabar dan bersyukur. Kehidupan ini bukan untuk terus dibanding-bandingkan, tapi untuk diperjuangkan.  Melakukan yang terbaik yang saya bisa. Mungkin saya adalah orang yang paling belakang di trak ini,  tapi saya telah berjanji, saya akan berlari sampai akhir. J

12.14.2010

sari ikan kutuk

Pada postingan saya sebelumnya, tentang terapi ginjal kronik, saya menyebutkan salah satu herbal yang saya konsumsi adalah sari ikan kutuk. Sari ikan kutuk ini mengandung protein yang penting bagi tubuh, fungsinya untuk meningkatkan kadar albumin dalam tubuh pasien ginjal kronik. Nah, berikut cara mendapatkan sari ikan tersebut:
1. Bersihkan ikan, buang kotoran, isi dalam ikan
2. Kukus dengan api kecil dengan susunan sebagai berikut:
- Siapkan dandang, isi dengan air hingga batas sarangan.
- Beri mangkuk di atasnya sebagai tampungan sari ikan
- Diatas mangkuk taruh kukusan yang telah diisi ikan tadi.
3. Bila sudah terkumpul sari ikannya di mangkuk, tunggu hingga dingin, lalu minum.

Catatan: bau sari ikan ini sangatlah amis, bentuknya pun menjijikkan seperti lender dan warnanya juga tidak menarik. Tapi khasiatnya sangat berguna bagi tubuh.
Sebagai pengganti sari ikan ini, pasien bisa mengkonsumsi putih telur dari ayam kampong sebanyak 7 buah perhari.